oleh

Anak Punk di Belakang Terminal Binorong Memprihatinkan

-DAERAH-17 views
KABUPATEN BANJARNEGARA, MIP

Sekelompok anak berusia 10 hingga 11 tahunan bercengkrama di pangkalan ojek di belakang Terminal Binorong. Penampilan mereka khas sehingga langsung menarik perhatian. Rambut mereka berpotongan mohawk dengan pakaian hitam sobek di beberapa bagian. Ya mereka inilah yang biasa disebut anak punk.

Seumuran mereka semestinya sedang menikmati duduk di bangku sekolah, menimba ilmu, dan menggali potensi diri. Tapi, tidak bagi mereka. Banyak di antara anak-anak ini mengaku berhenti sekolah dengan berbagai alasan. Banyak di antara mereka merasa kurang mendapat perhatian dari orangtuanya, bahkan mungkin sama sekali tidak mendapat perhatian. Akhirnya, mereka berkumpul dengan teman-teman senasib sependeritaan.

Begitulah yang dikatakan beberapa anak di antara mereka. “Ngamen,” jawab salah seorang di antara mereka ketika ditanya dari mana mereka mendapat uang untuk makan. Mereka biasanya ngamen di lampu-lampu merah atau di dalam angkutan umum.

“Tidurnya di sini,” ungkap seorang anak di pangkalan ojek, Kamis (23/7). Memprihatinkan memang. Mereka tidur berhimpitan di tempat yang sangat kotor.  Jauh dari kesan sehat.

Haris, warga Banjarndegara yang sering memperhatikan anak-anak punk itu, merasa prihatin dengan kondisi mereka. Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, memalui dinas sosial, menurutnya, harus mencari solusi untuk anak-anak tersebut agar mereka bisa hidup seperti anak-anak yang lain.

“Anak-anak itu seharusnya mendapat binaan dan bimbingan dari dinas sosial atau lembaga terkait. Mereka itu rentan tertular covid-19. Di sisi lain,  masyarakat juga sudah mulai resah dengan anak-anak punk yang masih kecil ini. Masyarakat ingin mereka juga mendapatkan hak-hak yang dinikmati anak-anak lainnya,” katanya dengan nada prihatin. (Awan Setiawan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *