oleh

Anggaran Ratusan Juta, Sampah Tetap Berserakan di TPS Ciherang dan Sukanagalih

-DAERAH-65 views
KABUPATEN CIANJUR, MIP

Sampah yang bertumpuk di pinggir jalan di tempat pembuangan sampah (TPS) di Desa Ciherang dan Desa Sukanagalih, menimbulkan bau tidak sedap. Selain itu, sampah tersebut berserakan di desa yang masuk Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat tersebut.

Warga sekitar merasa resah dan merasakan dampak langsung tumpukan sampah yang menyebarkan bau tidak sedap itu. Sampah di sana semerawut dan dikhawatirkan dapat menimbulkan wabah penyakit.

Ketua Forum Perumahan Segunung, Kang Opik, mengatakan, pihaknya sudah berinisiatif menanyakan langsung ke badan usaha milik desa (bumdes) selaku pengelola sampah.

“Selain itu, pihak kami juga sudah menanyakan ke Kecamatan Pacet perihal penangangan sampah yang sangat mengganggu masyarakat tersebut,” kata Opik kepada Media Info Publik, Jumat (20/3).

Ada yang tidak jalan dengan pengelolaan sampah tersebut. Karena, TPS yang seharusnya menjadi tempat penampungan sampah sementara seolah-olah menjadi tempat pembuangan akhir.

Dinas Lingkungan Hidup Cuek

Sampai detik ini, kata Opik lagi, tidak ada realisasi untuk menangani persoalan sampah yang mengganggu tersebut. Padahal, TPS ini adalah binaan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur.

“Belum. Belum ada dari dinas yang bisa menuntaskan persoalan sampah ini,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, ada indikasi orang dari luar Desa Ciherang juga membuang sampah mereka di situ. Seharusnya, TPS Ciherang yang untuk warga Desa Ciherang, bukan warga lain.

“Banyak orang luar Ciherang membuang sampah ke TPS Ciherang. Masyarakat setempat sudah mulai tidak sabar menghadapi kondisi tersebut. Saya khawatir jika tidak ada realisasi penyelesaian sampah ini akan menimbulkan aksi warga yang ingin persoalan sampah ini dituntaskan,” tuturnya dengan nada waswas.

Sementara itu, Sekretaris Komite Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (KPLHI), Budi, menyatakan, anggaran untuk TPS di di Sukanagali itu memakan ratusan juta.

“Dengan melihat di lapangan seperti ini, maka anggaran yang dikeluarkan menjadi sama sekali tidak berguna. Kini sampah malah semakin semerawut,” ungkap Budi.

KPLHI, katanya mempertegas, sudah mempertanyakan hal tersebut kepada Dinas Likungan Hidup Cianjur. “Namun, sampai sekarang tidak ada tanggapan sama sekali,” katanya dengan nada kecewa. (M. Faizal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *