oleh

ASN dan Penghulu Siak Berikrar Netral pada Pilkada 2020

-POLITIK-22 views
SIAK, MIP

Aparatur sipil negara (ASN) dan penghulu di Kabupaten Siak diminta untuk menjaga dan menegakkan prinsip netralitas dalam melaksanakan fungsi pelayanan publik, baik sebelum, selama, maupun sesudah pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020.

Hal tersebut dikemukakan Pjs. Bupati Siak, Riau, Indra Agus Lukman, pada acara penandatanganan Ikrar Netralitas ASN dan Penghulu dalam Rangka Menyukseskan Pilkada Serentak Tahun 2020 di pelataran Lantai II Kantor Bupati Siak, Senin (5/10).

Camat Sungai Mandau, Yudha Rajasa, membacakan Ikrar Netralitas ASN dan Penghulu (Foto: Hms)

Pembacaan ikrar dilakukan oleh Camat Sungai Mandau, Yudha Rajasa, yang diikuti oleh pimpinan OPD, para asisten di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak, dan sejumlah penghulu se-Kkabupaten Siak, baik secara langsung maupun secara virtual.

Selain Pjs. Bupati Siak, hadir pula unsur Forkompimda, Ketua KPU Kabupaten Siak, Agus Rizal, Komisioner Bawaslu, Zulfadli Nugraha, dan Wakil Ketua DPRD Siak, Androy Ade Rianda.

“Kita tetap melaksanakan tugas dan fungsi kita sebagai pelayan masyarakat dan abdi masyarakat. Utamakan tugas kita,” kata Indra mengingatkan.

Ia tak menampik bahwa setiap ASN harus berpartisipasi dalam pilkada, tapi hak tersebut saat berada di dalam bilik suara. Saat ini, lanjutnya, ada sanksi tegas bagi ASN yang mengajak atau memanfaatkan jabatan maupun fasilitas untuk mendukung salah satu calon.

Dalam pada itu, Ketua KPU Siak, Agus Rizal, mengapresiasi langkah pemkab yang telah menggelar ikrar netralitas. Ikrar tersebut merupakan bentuk kesiapan mereka untuk menegakkan panduan bagi ASN dan penghulu terkait pelaksanaan pilkada 2020.

“Ini momentum yang bagus. Karena, menunjukan kepada masyarakat bahwa pegawai dan penghulu itu netral, tidak ikut politik praktis,” tuturnya.

Ia menyampaikan, daftar pemilih sementara (DPS) berjumlah 267.188 orang. Selama perbaikan akan ada penambah dan pengurangan data. Hal ini bisa terjadi jika ada warga yang belum mendaftar dan jika ditemukan data pemilih yang ganda.

Pjs. Bupati Siak, unsur Forkompimda, Ketua KPU Siak, Komisioner Bawaslu, dan Wakil Ketua DPRD Siak, Androy Ade Rianda (Foto: Hms)
Pengawas di Desa

Sementara itu, Komisioner Bawaslu, Zulfadli Nugraha, berharap ASN Siak dan penghulu tidak ada yang terlibat dalam politik praktis pada Pilkada tahun ini. ASN diimbau tetap bersikap netral, tidak memihak salah satu pasangan calon.

“ASN dan penghulu harus netral agar tidak ada yang terjerat masalah hukum di Pilkada. Jika ternyata ada yang melanggar, akan kami proses di Bawaslu,” katanya.

Untuk mengantisipasi pelanggaran tersebut, Bawaslu Siak telah menyiapkan tenaga pengawas di desa-desa dan kecamatan.

Zulfadli berpesan agar setiap tahap pelaksanaan pilkada di Siak bisa dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Dengan harapan, pelaksanaan pesta demokrasi tersebut tidak menjadi klaster penyebaran covid-19 baru di negeri istana itu.

Di ujung acara dilakukan penandatangan ikrar ASN dan penghulu, yang dimulai oleh Pjs. Bupati Siak. Kegiatan itu dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan. Semua peserta yang hadir dilakukan rapid test terlebih dahulu. (Ujang K./Herman/Hms)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *