oleh

Belum Ada Anggaran, Penyemprotan Antiseptik di Wilayah Sepatan Belum Bisa Dilakukan

-DAERAH-40 views

Pandemi virus korona juga menjadi perbincangan di Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten. Mulai dari pengusaha sampai masyarakat biasa ramai membicarakan virus yang menyebabkan corona virus desease 2019 (covid-19). Berita tentang virus ini menjadi pembicaraan hangat di warung kopi sudut desa.

KABUPATEN TANGERANG, MIP

Maraknya penyebaran virus yang menyerang paru-paru manusia ini tak ayal membuat masyarakat Sepatan bertanya-tanya, mengapa tidak tindakan pencegahan dari pihak kecamatan. Apa yang dilakukan pihak kecamatan untuk masyarakatnya? Apakah cukup dengan imbauan? Masyarakat butuh penanganan pencegahan, seperti pembagian masker dan penyemprotan desinfektan di tempat-tempat umum, seperti rumah ibadah, pasar, dan perkantoran publik.

Menanggapi pertanyaan yang berkecamuk di dalam hati warganya, Camat Sepatan, Dadang Sudrajat, ketika dihubungi wartawan melalui telepon seluler, Kamis (19/3), mengatakan, pembagian masker dan penyemprotan belum bisa dilakukan karena belum ada anggarannya.

”Untuk saat ini kami sudah lakukan sosialisasi ke desa-desa dan pemasangan sepanduk. Pembagian masker dan penyemprotan antiseptik untuk sementara sudah kami lakukan di kantor Kecamatan Sepatan saja. Untuk di desa-desa kita lihat apakah bisa dianggarkan atau tidak. Karena, untuk penyemprotan itu kan ada kaitannya dengan DPA. Untuk saat ini belum ada anggarannya,” ujarnya.

Baru Sebatas Imbauan

Salah satu kepala desa di wilayah Kecamata Sepatan saat dihubungi via telepon membenarkan hal itu. Hingga saat ini, katanya menambahkan, upaya yang dilakukan pihak Kecamatan Sepatan baru memberikan imbauan. Belum ada tindakan lain, seperti penyempotan atau pembagian masker.

“Sampai saat ini kami baru mendapatkan pemberitahuan dan imbauan terkait virus korona. Di desa saya belum pernah ada pembagian masker, apalagi penyemprotan antiseptik,” ujarnya.

Salah satu warga Desa Mekar Kaya, Kecamatan Sepatan, Aco, berharap ada upaya dari pihak kecamatan untuk melakukan penyemprotan dan pembagian masker.

“Saya berharap ada penyemprotan di desa saya, terutama masjid-masjid dan tempat-tempat umum lainnya yang di dalamnya melibatkan orang banyak. Tindakan tersebut agar virus korona tidak menyebar di masyarakat,” harapnya.

Kekhawatiran juga diungkapkan Arsad, warga Sepatan lainnya. Pandemi ini tidak bisa hanya disikapi dengan imbauan. Tetapi, katanya menegaskan, harus diambil langkah nyata untuk mengantisipasinya.

“Sebagai ketua LSM se-Kecamatan Sepatan-Sepatan Timur, saya belum melihat kinerja pihak Kecamatan Sepatan secara serius dan maksimal dalam menyikapi pandemi virus korona ini. Di desa-desa di wilayah Kecamatan Sepatan belum terlihat ada antisipasi pencegahan penyebaran virus korona tersebut. Seharusnya ada imbauan dari pihak desa kepada warganya untuk tetap di rumah dan melakukan penyemprotan cairan desinfektan di masjid-masjid atau tempat ibadah lainnya. Terkesan sepertinya cukup melakukan imbauan ke kantor desa tanpa ada pantauan dari pihak kecamatan,” ucapnya. (Yasin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *