oleh

Budi Daya Lalat Tentara Hitam untuk Habiskan Sampah Organik

-DAERAH-23 views

BELITUNG TIMUR, MEDIA INFO PUBLIK

Lalat identik dengan lingkungan kotor, pengganggu, dan pembawa bakteri atau kuman. Namun, di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung Timur, lalat malah menjadi binatang peliharaan. Dinas tersebut imulai membudidayakan lalat tentara hitam (black soldier fly/BSF). Berbeda dengan lalat hijau (lalat sampah), lalat dengan nama latin hermetia illucens ini memiliki banyak manfaat, bahkan bernilai ekonomis.

Kepala Proyek Pengembangan Lalat BSF, Muhamad Irsad, mengatakan, pembudidayaan lalat untuk menghasilkan belatung (maggot) yang digunakan mengurai sampah organik. Belatung BSF disebutnya jauh lebih efektif untuk mengurai sampah dibanding kompos.

“Magot-magotnya ini nanti untuk pengurai sampah. Ribuan magot ini dapat menghabiskan kiloan sampah organik dalam 24 jam,” kata Irsad di kantornya, Kamis (7/1).

Kepala Proyek Pengembangan Lalat BSF, Muhamad Irsad (Foto: Helmi)

Sekarang ini dia dan timnya sedang dalam tahap awal untuk mengembangkan dan memperbanyak lalat dan belatungnya. Setelah berkembang banyak, pengembangbiakan BSF akan dipindahkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Trafo Mayang.

“Kalau sudah banyak induk dan belatungnya, kita bawa ke TPA. Nanti kita buatkan bak-bak penampungan khusus untuk sampah organik dan magot BSF itu,” ungkapnya.

Kepala Seksi Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Beltim itu berharap adanya inovasi pelayanan dalam budi daya lalat BSF akan menjadi solusi baru, terutama untuk pengelolaan sampah organik, dan tambahan penghasilan baru bagi masyarakat.

“Harapan kita, mereka dapat menekan jumlah sampah organik, terutama yang ada di TPA. Ke depan juga masyarakat akan ikut mengembangbiakan untuk memperoleh keuntungan ekonomis,” katanya berharap.

Dia mengeklaim, pembudidayaan lalat BSF tidak akan menimbulkan masalah baru karena spesies ini ramah lingkungan dan membuat lingkungan jadi lebih baik.

“Lalat-lalat ini tidak menyebarkan penyakit. Meraka bertelur pun tidak di sampah, ditaruh di kotoran ayam saja membuat hilang bau kotorannya,” ujarnya. (HMF)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *