oleh

Bupati Beltim: Penerapan Normal Baru di Beltim Harus Dikaji Dahulu

-DAERAH-11 views
KABUPATEN  BELITUNG TIMUR, MIP

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) diberikan kewenangan oleh pemerintah pusat untuk menerapkan tata kehidupan Normal Baru (New Normal). Pemerintah pusat memasukkan Beltim menjadi salah satu daerah yang masuk daftar 102 daerah yang diizinkan melaksanakan Normal Baru. Hal ini karena kabupaten ini sudah dinyatakan sebagai kawasan zona hijau.

Walaupun demikian, Pemkab Beltim tetap mengacu pada aturan dalam penerapan tatanan yang normal.

Bupati Beltim, Yuslih Ihza, mengatakannya dalam rapat persiapan pelaksanaan tata kehidupan baru masyarakat produktif dan aman dari covid- 19. Rapat berlangsung di Ruang Bapelitbangda Beltim, Selasa (2/6).

“Dalam rapat kita belum membuat keputusan. Karena, arahan ketua gugusan pusat kepada bupati/wali kota agar dalam pengambilan keputusan harus melalui Forkopimda dan DPRD. Juga harus melibatkan segenap komponen yang meliputi pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media massa,” kata Yuslih.

Harus Dipersiapkan

Dia mengatakan, banyak yang harus dipersiapkan pemda dalam menjalani tatanan Normal Baru, salah satunya revitalisasi kehidupan.

Revitalisasi kehidupan, katanya menjelaskan, adalah upaya untuk menggiatkan kembali sektor-sektor vital yang terdampak covid-19. Prasayaratnya yakni pra kondisi berupa kajian untuk mengetahui kondisi saat ini di Beltim. Juga perlu dilakukan penjadwalan dalam menjalankan tatanan Normal Baru, prioritas, koordinasi pusat dan daerah, serta monitoring dan evaluasi (monev).

“Beltim memang zona hijau, namun tugas berat kita tetap mempertahankannya. Penerapan kehidupan Normal Baru bukanlah serta-merta diterapkan, gugus tugas masih harus melakukan kajian secara cermat. Kajian ini untuk menentukan teknik-teknik, kapan, atau prioritas sektor yang akan dilaporkan. Pra kondisinya harus dimatangkan dulu, tahapan demi tahapan harus kita penuhi. Semua itu segera dibahas, termasuk sektor-sektornya,” katanya.

Dalam kesempatan sama, Ketua DPRD Beltim, Fezzy Uktolseja, mengungkapkan perlunya pemda mengatur berbagai sektor dalam penerapan Normal Baru.

“Beltim merupakan satu-satunya zona hijau di Babel. Pemda harus mengatur itu. Ada  beberapa yang harus diatur dalam aturan new normal. Kalau pemda diberi wewenang untuk membatasi, ya kita batasi, seperti dunia pendidikan yang kewewenangnya di kabupaten. Kalau beribadah, pemda bisa buat surat edaran dengan aturan protokol kesehatan, termasuk warkop. Pemda bisa atur itu mana yang new normal dan yang bisa kita batasi,”  kata Fezzy.

Dalam rapat tersebut hadir pula Wakil Bupati Beltim, Burhanudin, dan Ketua Satgas Covid-19 RSUD Beltim, dr. Hotma Banjarnahor, Sp.B. Unsur Forkopimda, Sekda Beltim, Ikhwan Fahrozi, dan pimpinan OPD juga terlihat hadir. (Helmi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *