oleh

Imbas Pandemi Covid-19, Ekonomi Masyarakat Manggar Anjlok

-DAERAH-9 views
KAB. BELITUNG TIMUR, MIP

Virus korona (covid-19) sepertinya sudah berdampak besar terhadap geliat perekonomian. Semakin hari perekonomian semakin melemah. Menurut keterangan yang dihimpun dari masyarakat di berbagai pelaku kegiatan, daya jual beli di seputaran Kota Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Babel, sudah sangat melemah, Selasa (24/3).

Para pelaku ekonomi di seputaran Kota Manggar merasa sangat kebingungan lantaran pendapatan sangat menurun dari sebelumnya. Zein, pedagang sembako misalnya, mengatakan dagangan sembako yang merupakan bahan kebutuhan pokok sehari-hari saja jauh menurun omsetnya dibanding sebelumnya.

“Ya sekarang ini sangat terasa penurunan orang yang belanja. Padahal, saya ini jualan sembako buat kebutuhan makan sehari-hari. ┬áBagaimana ini jika begini terus. Saya khawatir,” kata Zein.

Keadaan tersebut, menurut dia, merupakan dampak merebaknya kabar Covid-19 yang sudah menjalar di berbagai tempat.

“Setelah beredarnya kabar virus korona di berbagai tempat dan imbauan agar masyarakat membatasi diri keluar rumah dan menghindari tempat keramaian, jualan saya jauh menurun hingga melebihi 50% dari sebelumnya,” ujarnya.

Senada dengan Zein, Hamdi pedagang pakain di Pasar Lipat Kajang, Manggar, juga mengeluhkan hal sama. Situasi dan kondisi seperti saat sekarang ini membuat semakin hari semakin melemahnya daya beli masyarakat.

“Sebelum ini daya beli masyarakat sudah melemah. Ditambah lagi adanya kabar virus korona, daya beli masyarakat semakin melemah. Bahkan, tidak jarang jualan saya ini penglaris pun tidak ada, tidak laku satu barang pun,” keluh Hamdi.

Nur, pengelola warung kopi di Kota Manggar juga terkena imbas pandemi covid-19. Warungnya sepi pengunjung.

“Sangat terasa imbas korona ini. Warung kopi saya sepi pengunjung. Kalau dihitung dengan persentase, lakunya kopi menurun hingga 70% sampai 80% dari sebelumnya,” ungkapnya.

Hal sama juga dialamia, Ashar, tukang ojek di Kota Manggar. Dia merasa kebingungan pendapatannya jauh menurun. Padahal, ia menghidupi keluarganya dengan hasil profesi ini.

“Ya, sekarang ini saya bingung. Penghasilan jauh menurun semenjak ada kabar virus korona. Penumpang sepi, mau kerja apa lagi. Penghasilan aku semakin hari semakin jauh menurun. Tukang ojek ini la pekerjaan aku sudah puluhan tahun,” ujarnya dengan wajah lesu. (Helmi M.F.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *