oleh

Isu Penggelapan Uang dalam Pembangunan Pasar Cipeuyeum Mencuat

-DAERAH-38 views
KABUPATEN CIANJUR, MIP

Biaya sewa Pasar Cipeuyeum, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, diduga digelapkan oknum kepala desa (kades). Dugaan tersebut disampaikan kuasa hukum pelapor, Abar Tasyri Amaruloh, S.H., mewakili masyarakat Desa Kertamukti yang mengajukan laporan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur, yang saat ini dalam proses penyelidikan.

“Berdasarkan hasil konfirmasi kami dengan CV Pola Sarana Persada, selaku pengelola pasar, pihak kami telah menyelesaikan kewajiban pembayaran sewa. Hal tersebut telah dijelaskan pula kepada penyelidik kejaksaan saat melaksanakan sidak ke Pasar Cipeuyeum,” ungkap Abar, Senin (6/7).

Perjanjian kerja sama pembangunan Pasar Cipeuyeum (Foto: Siti)

Dia menjelaskan, uang sewa pasar sebesar Rp10 juta/tahun, untuk 10 tahun senilai Rp100 juta, telah diserahkan oleh Direktur Utama Dirut CV Pola Sarana Persada kepada Pemerintah Desa Kertamukti. Hal itu berdasar Andendum atas Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Desa Kertamukti dengan CV Pola Sarana Persada, No. 03/SK/PEMDES/KM/I/2007, dan No. 02/SKKS/PSP/I/2007, Tanggal 26 Januari 2007 tentang Pembangunan dan Pengelolaan Pasar Cipeuyeum, No. 01/MoU/Pemdes/I/2015, dan No. 01/MoU/PSP/I/2015, tanggal 21 Januari 2015.

Akan tetapi, tuduhan tersebut dibantah Kepala Desa Kertamukti, Cepi Agustina. “Benar Desa Kertamukti pernah menerima sejumlah uang sebesar Rp100 juta. Namun, uang tersebut pertama digunakan untuk biaya panitia dan yang kedua merupakan sumbangan untuk kegiatan PHBN. Bukan biaya sewa-menyewa tanah desa yang sekarang digunakan Pasar Cipeuyeum,” bantah Cepi saat diwawancara wartawan di kediamannya, Kamis (2/6).

Perdes Kertamukti

Namun, ketika ditanyakan mengenai biaya sewa tanah desa, sebagaimana surat perjanjian bersama, ia mengatakan, pihak CV Pola Sarana Persada belum melaksanakan kewajiban sewa tanah. Perkataan tersebut bertolak belakang dengan bukti yang tercantum dalam Peraturan Desa (Perdes) Kertamukti No. 10 Tahun 2014.

Isi pokok dari perdes tersebut adalah CV Pola Sarana Persada dengan Pemerintahan Desa Kertamukti telah melakukan perikatan kerja sama pemanfaatan tanah kas Desa Kertamukti Blok Cipeuyeum untuk pembangunan pasar desa, sekaligus telah ditetapkan dalam Perdes Kertamukti No. 1 Tahun 2014 tentang APBDes. Dalam perdes itu CV Pola Sarana Persada telah melaksanakan kewajiban pembayaran secara bertahap, untuk 5 tahun pertama 2014-2019 sebesar Rp50 juta dan untuk 5 tahun kedua sebesar Rp50 juta dari tahun 2020 sampai 2025.

Sementara itu, menyinggung kasus dugaan penggelapan dana pembangunan TPT, pembangunan gedung sekolah PAUD dan Pamsimas, Kades Kertamukti menjelaskan, “Soal dana proyek tadi telah diselesaikan melalui kejaksaan. Segala bentuk keuangannya telah dikembalikan melalui kejaksaan, maka semuanya sudah beres. Sudah  dikembalikan. Jadi, sudah tidak ada lagi masalah.” (Siti)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *