oleh

Jelang HUT Ke-48, Ketum PDIP Minta Struktur Partai Tiru Semangat Pejuang Kalpataru

JAKARTA, MEDIA INFO PUBLIK

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, meminta struktur partainya mengambil semangat para peraih kapaltaru untuk menjaga alam.

Megawati menilai di tengah arus globalisasi yang semakin maju, banyak rakyat Indonesia sudah melupakan pentingnya menjaga alam. Padahal, hakikat manusia hidup harus melestarikan lingkungan itu sendiri. Bukan untuk dirinya sendiri, melainkan anak-cucu generasi selanjutnya.

Hal ini disampaikan Megawati saat menjadi pembicara dalam acara webinar dengan penerima Kalpataru, Kamis (7/1). Acara ini digelar jelang perayaan HUT Ke-48 PDIP.

Presiden kelima RI ini menyampaikan rasa hormat yang sebesar-besarnya kepada para peraih Kapaltaru. Dia menilai, mereka merupakan pejuang lingkungan yang sangat dibutuhkan oleh negeri ini.

“Menurut saya, mereka adalah bagian dari para pahlawan bangsa yang tanpa pamrih telah memberikan kontribusinya menjaga lingkungan kehidupan. Yang seringkali pada saat ini, menurut saya, mungkin begitu merambahnya teknologi yang mempercepat, orang melupakan bahwa kebutuhan utama kita adalah tetap melestarikan di dalam lingkungannya,” katanya.

Ia menceritakan pengalaman pribadinya saat menjadi presiden. Bahwa betapa benci dirinya kepada mereka yang membuang sampah. Pernah suatu saat, ia bepergian dan melihat orang membuang sampah dari jendela mobil. Langsung, dia memerintahkan pengawalnya untuk mengejar mobil itu dan meminta pengendara kembali memungut sampah yang dibuang di jalan.

“Kalau hal kecil seperti ini, itu kan sebetulnya harus ada dalam diri kita sebagai bangsa. Masa enggak malu, ya,” tuturnya.

Berkontribusi Tanpa Ditegur

Putri Proklamator RI ini juga pernah memerintahkan Gubernur Bali, I Wayan Koster, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, untuk menjaga lingkungan, baik di daratan maupun lautan. Untuk di Bali, sampah plastik harus bersih dari laut. Begitu juga di Jawa Tengah, harus membantu para pejuang lingkungan mendapatkan akses sebesar-besarnya dalam menjalankan tugas melestarikan alam. Dia pun mengharapkan para struktur PDIP untuk berkontribusi tanpa harus ditegur lebih dahulu.

“Tentunya sebagai salah seorang warga bangsa, masak ndak bisa ya. Enggak ada getaran-getaran itu lagi pada diri kita untuk memperjuangkan kehidupan lingkungan kita sendiiri. Kehidupan kita sendiri. Kenapa? Kita kan akan ada keturunan. Kalau memungkinkan Indonesia ini ada sebagai sebuah titik di dunia ini bisa ada sampai ratusan tahun, itu menurut saya. Tetapi, kan tidak bisa hanya seorang Megawati yang mengerjakannya. Yang lain harus digerakkan, harus tergerak. Makanya, harus ada pengorganisasian yang dapat kita lakukan,” katanya.

Menurut Megawati, PDIP tidak mengurusi politik belaka. Semua harus dipikirkan, termasuk ekonomi, sosial, budaya, dan kehidupan, sebagai bagian dari politik besar partai. Anak kecil pun perlu diajarkan sejak dini untuk peduli dengan kelestarian lingkungannya. Dengan begitu, bangsa ini bisa menjadi lebih beradab.

“Banyak peneliti mengatakan, berapa banyak akibat dari keserakahan manusia sendiri yang namanya binatang yang akan punah. Bagaimana kita memperbaiki kehidupan para petani, bagaimana kita akan menghidupi dan memperbaiki kehidupan nelayan, bagaimana kita akan memberikan kehidupan yang baik kepada orang yang tinggal di kampung-kampung, bagaimana kita memberikan rakyat kita dengan kasih sayang dengan gotong royong? Memberi itu kehidupan lho,” jelasnya.

Dalam acara ini, hadir 47 penerima Kapaltaru sejak 2013, di antaranya Chaeruddin alias Babeh Idin. Selain itu, hadir juga sejumlah politisi PDIP, yakni Ahmad Basarah, Alexander Sonny Keraf, Ono Surono, dan Putra Nababan.

Tema Dasar

Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah, mengatakan, semangat yang digelorakan Megawati itu menjadi salah satu dasar tema pelaksanaan HUT ke-48 partai pada tahun ini. Tema resminya adalah Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan, di mana seluruh jati diri, karakter, falsafah bangsa .

Persektif kebudayaan yang diambil berkaitan dengan lingkungan hidup. Berbeda dengan parpol lainnya, PDIP melaksanakan arahan Megawati bahwa berpolitik itu bukan hanya yang menyangkut politik praktis merebut kekuasaan pemerintahan. Tetapi, juga bagaimana partai harus tetap bersentuhan dengan hal-hal sederhana, yang bahkan tampaknya dianggap remeh oleh orang lain, namun sebenarnya sangat fundamental berkaitan dengan masa depan bangsa.

“Di PDI Perjuangan kami diajarkan tentang disiplin, hidup bersih, menanam pohon, tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan sungai, dan bagaimana kader partai bergerak mencintai keindahan alam raya,” kata Basarah.

Maka itu, tak heran para kepala daerah dari PDIP selalu didorong untuk mengedepankan politik afirmatif menjaga kelestarian lingkungan. Setiap kepala daerah didorong untuk membangun kebun raya atau hutan-hutan kota.

“Ini secara khusus terkait dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan yang merupakan elemen penting untuk masa depan alam dan peradaban Indonesia,” pungkasnya. (Ist/m1p)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *