oleh

Jembatan Beton 2 X7 MTR APBDes Perkebunan Marpinggan Gagal Konstruksi

-DAERAH-36 views

TAPSEL, MIP,- Jembatan beton yang berlokasi di Desa Perkebunan Marpinggan , Kec. Angkola Selatan, Kab. Tapanuli Selatan dengan Ukuran 2 x 7 meter yang sedang dilaksanakan Jumat malam 4 Juni 2021 jatuh atau ambruk, diduga akibat “Gagal Konstruksi”. Jembatan yang menelan anggaran sebesar Rp.53.241.600,-. Jembatan yang dibangun dari sumber dana dari APBDesa TA. 2021 Desa Perkebunan Marpinggan atau dikenal dengan Kampung Lalang yang sedang dikerjakan terkenan kurang profesional, sehingga jembatan bisa ambruk.

Harmeni selaku anggota DPRD Tapsel sempat mengatakan bahwa untuk melihat cuaca saat ini yang tidak menentu, seharusnya saat jembatan sedang dikerjakan, maka pihak pekerja dibawah tanggung jawab Kepala Desa, harus dibuat antisipasi agar kejadian seperti ini ambruknya jembatan.

Sakban Siregar Kasi Pemerintahan Kantor Camat Angkola Selatan yang hadir di lokasi jembatan ambruk tersebut didampingi Lurah Pardomuan, Harmeni batubara, Mhd.Ribut, bahkan Kades Tarso Kaso mengatakan perbaiki kalian ( Sekdes dan Perangkat Desa ) membuat surat tentang kejadian ambruknya jembatan yang sedang dikerjakan ini.

Pihak Pemerintah Desa Perkebunan Marpinggan telah berani membuat Statemen bahwa Ambruknya jembatan yang sedang dibangun tersebut dengan akibat “bencana Alam”, sementara air sungai tidak terlalu besar mengalir dari bawah, anehnya jembatan Papan di hilir sungai tidak mengalami kerusakan padahal posisi jembatan papan tersebut jauh lebih rendah dari pada jembatan Beton yang sedang dibangun, Ujar P Hasibuan Devisi Informasi dan Data LSM DPP KPK INDEPENDEN pada MIP di depan kantor Kejari Tapsel di Sipirok 5/6-2021.

Fahri selaku Kabid pengairan PUPR Tapsel dimintai tanggapannya soal jembatan sedang dikerjakan sudah Ambruk. Kalau Puhak Pemerintah Desa mengatakan ambruk akibat bencana alam, itu tidak bisa secepat itu dibuat alasannya, karena kalau Robohnya jembatan yang sedang dibangun dibuat dengan status Bencana Alam , maka harus ada surat yang dikeluarkan oleh Pemerintah Desa yang dilengkapi dengan Kronologis kejadian dan Poto Kejadian ditujukan ke kantor BNPB, sehingga berdasarkan surat tersebut dan diteliti oleh Pihak BNPB apakah betul karena bencana atau tidak ?, jadi kalau tidak ada, maka bisa saja roboh karena Pembangunan Jembatan Total Human Error atau Gagal Konstruksi ( tim). (Mhd Nasir Dongoran, Uba dan Astongam)

.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *