oleh

Kades Cimanggis Realisasikan Mimpi Warga Miliki Masjid dan Pemakaman

-DAERAH-10 views
KABUPATEN BOGOR, MIP

Warga Kampung Cipeucang, Desa Cimanggis, Kecamatan Bojong Gede, kini tengah sibuk bergotong-royong membangun desa. Di bawah komando Kepala Desa (Kades) Cimanggis, Azis Anwar, warga bermaksud mewujudkan keinginan memiliki masjid.

Azis mengatakan, sebulan lalu warga Kampung Cipeucang mendapatkan bantuan tanah seluas 6.000 meter persegi untuk membangun masjid dan lahan pemakaman.

“Alhamdulilah, sekitar sebulan lalu warga Kampung Cipeucang menerima hibah tanah dari PT Lingga Elok dan PT Jangkar. Saat ini kami bermaksud menindaklanjuti amanah dari kedua perusahaan tersebut akan dibangun masjid dan pemakaman bagi warga desa setempat,” katanya, Senin (6/7).

Kades Cimanggis bersama masyarakat membangun untuk kemajuan desa (Foto: Iwang)

Ia menambahkan, kini tanah tersebut telah sah menjadi hak milik warga dengan legalitas yang jelas dan sudah diurus secara hukum.

“Kini kami bersama warga Desa Cimanggis akan bergotong-royong membangun masjid dan pemakaman dengan anggaran yang ada saat ini, yakni BPHRD. Anggaran inilah yang nantinya akan digunakan untuk menyewa alat berat untuk merapikan lokasi agar semua proses pembangunannya bisa secepatnya dilaksanakan. Karena, kontur tanah tidak rata maka harus diratakan terlebih dahulu dengan alat berat. Tidak memungkinkan jika kita kerjakan dengan manual, karena itu saya bersana BPD dan Muspika RW/RT akan mengurus ini semua,” paparnya.

Ia menyayangkan, penggunaan alat berat sempat ditolak seorang warga, Amsar. Bahkan, warga Desa Cimanggis itu melakukan sabotase dengan mengambil kunci dari alat berat tersebut. Padahal, apa yang dilakukan pihak Desa Cimanggis dan warga semata-mata untuk kemajuan pembangunan di desa tersebut.

Kades merintahkan tokoh setempat, RW dan RT, untuk mendatangi Amsar. Selanjutnya akan selidiki motif dan tujuannya.

“Jika memang terbukti orang tersebut bersalah, kami tak segan akan melaporkannya ke polisi dengan delik aduan menghambat laju pembangunan. Perbuatan Amsar tidak sesuai dengan tujuan pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Bogor,” katanya menutup perbincangan. (Iwang Suhendar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *