oleh

Ketua Gugus Tugas Covid-19: Pimpinan Daerah Jangan Pingpong Warga

-NASIONAL-45 views
JAKARTA, MIP

Pemimpin daerah yang kedatangan warganya diminta jangan mempingpong agar terhindar dari covid-19. Meski satu daerah yang dinilai sudah menurun dan sangat berkurang kasus covid-19 akan bisa kembali saat ada perubahan mobilisasi masyarakat.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB, Doni Monardo, mengatakan hal tersebut, di Kantor BNPB Jakarta, Senin (11/5). Ia menyampaikan hal tersebut usai mengikuti rapat terbatas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 yang dipimpin Presiden Joko Widodo melalui video conference.

“Gugus tugas berharap inisiatif daerah, terutama yang kasus positifnya mengalami peningkatan, mengusulkan kepada Menteri Kesehatan untuk mendapatkan persetujuan PSBB. Tentunya, kita berharap inisiatif ini dari daerah, sehingga kesiapan untuk mempersiapkan diri, melakukan koordinasi, ini akan jauh lebih baik,” tambahnya.

PSBB

Saat ini, katanya menjelaskan, sudah ada 4 provinsi dan 22 kabupaten/kota yang telah menerapkan PSBB untuk mencegah penyebaran covid-19.

“Hampir semua provinsi yang telah memutuskan PSBB mengalami kemajuan yang cukup bagus. Contoh pertama, DKI Jakarta, pada 5 April kasus terkonfirmasi positif adalah 50% dari nasional. setelah dilakukan PSBB di provinsi ini pada 5 Mei, terjadi penurunan jumlah kasus terkonfirmasi menjadi 39% dari nasional,” ungkapnya.

Baca Juga: Polres Siak Kembali Berbagi untuk Warga Terdampak Covid-19 di Tualang

Menurut dia, di Pulau Jawa jumlah kasus berada pada posisi 70% nasional untuk kasus positif terkonfirmasi selanjutnuya jumlah pasien yang meninggal 82% dan yang mengalami kesembuhan 59%.

“Beberapa daerah, khususnya Jawa Timur, mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Unsur Kogabwilhan (Komando Gabungan Wilayah Pertahanan) II perlu diperbantukan untuk membantu pemerintah provinsi, kabupaten/kota, untuk menata kembali. Sehingga, upaya gugus tugas provinsi bisa mendapatkan dukungan penuh dari unsur TNI dan Polri di daerah,” tambahnya.

Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya, mengalami peningkatan jumlah kasus positif covid-19 meski sudah menerapkan PSBB sejak 28 April 2020. Sebelum PSBB terhitung dari 20 – 27 April, jumlah kasus di Surabaya tercatat sebanyak 74 kasus. Namun, saat pelaksanaan PSBB dari 28 April – 7 Mei, Surabaya mengalami penambahan sebanyak 218 kasus.

“Kogabwilhan II tentunya diharapkan bisa memanfaatkan unsur-unsur TNI yang ada di Jawa Timur, khususnya jajaran dari Korps Marinir. Diharapkan kehadiran unsur marinir bisa mengajak masyarakat. Dan, tidak perlu sampai ada langkah-langkah penegakan hukum yang berlebihan. Tapi, masyarakat diajak patuh dan sukarela menaati protokol kesehatan,” tambahnya lagi.

Seluruh Provinsi

Sejumlah daerah yang sudah menerapkan PSBB, antara lain DKI Jakarta, Sumatra Barat,  Jawa Barat, Kota Banjarmasin, Kota Tarakan, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, Kota Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Tegal, Kota Makassar, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Pekanbaru, Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo.

Baca Juga: Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19, Kades Lebak Wangi Bagikan Masker

Hingga Minggu (11/5) jumlah terkonfirmasi covid-19 mencapai 14.032 orang dengan 2.698 orang dinyatakan sembuh dan 973 orang meninggal dunia. Jumlah PDP mencapai 30.317 orang dan ODP berjumlah 248.690 orang dengan total spesimen yang diuji sebanyak 158.273.

Kasus positif covid-19 ini sudah menyebar di seluruh 34 provinsi di Indonesia. Daerah terbanyak positif, yaitu Jakarta (5.190), Jatim (1.502), Jabar (1.437), Jateng (978), Sulsel (722), Banten (533), NTB (330), Bali (331), Papua (308), Sumbar (299), Sumsel (278), dan Kalsel (263). (Mip./dbs)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *