oleh

Ketum Militan 34: Dokter Tirta Fokus Bantu Masyarakat Saja, Jangan Berpolitik

-NASIONAL-21 views

Mengkritik pemerintah boleh, tetapi harus melihat kondisi bangsa ini secara utuh. Dalam suasana seperti ini setiap orang seharusnya saling mendukung. Ia semestinya membuat orang lain tenang dan optimistis menghadapi cobaan yang berat ini.

JAKARTA. MIP

Ketua Umum Militan 34, Dr. Anwar Husin, S.H., M.H., Senin (30/3), melalui siaran persnya, mempertanyakan komentar dr. Tirta yang viral di media sosial (medsos). Tindakannya berteriak-teriak di medsos merupakan tindakan yang tidak terpuji dari seorang yang berpendidikan tinggi. Komentar dr. Tirta tersebut bisa dimakanai macam-macam oleh masyarakat.

“Dalam suasana seperti ini setiap orang seharusnya saling mendukung. Ia semestinya membuat orang lain tenang dan optimistis menghadapi cobaan yang berat ini. Bukan malah membuat orang khawatir dan bisa menyebabkan kesimpangsiuaran pada masyarakat. Sebagai orang yang berpendidikan, dr. Tirta seharusnya bijak mengunakan media komunikasi, khususnya medsos,” kata Anwar tegas.

Ia menambahkan, bukan berarti dr. Tirta tidak boleh mengkritik pemerintah tetapi dia harus melihat kondisi bangsa ini secara utuh. Saat ini siapa pun yang seolah-olah menyerang pemerintah, bahkan presiden, sudah pasti akan mendapat respons dari kelompok yang berseberangan.

Pada dasarnya, pemerintah sudah membuat yang terbaik untuk masyarakat. Segala daya upaya sudah dilakukan pemerintah, terlepas ada kekurangan-kekurangan. Tetapi. dr. Tirta tidak boleh mengomentari tugas pelayan kesehatan karena dia sendiri tidak berkecimpung di dalamnya.

Tidak Lagi di Dunia Medis

“Apalagi berdasarkan pengakuannya sendiri, dr. Tirta sudah tidak aktif sebagai dokter dan telah mengundurkan diri dari dunia medis. Artinya, kemungkinan dia sudah tidak memperpanjang izin praktiknya,” jelas Anwar.

Keluhannya, ia melanjutkan, sebaiknya disesuaikan dengan tugasnya sekarang, misalnya dana kurang atau APD yang dibagikan habis. Tugas melayani pasien bukan lagi wewenang dia.

“Apa urusannya dirinya merasa lelah?” tanya Anwar.

Dalam komentarnya di medsos, katanya lagi, dr. Tirta mengatakan setiap hari ada dokter atau pelayan medis yang meninggal akibat covid-19.

“Pernyataan itu saya kira harus diuji kembali. Apalagi, ia mengatakan guru-gurunya meninggal,” katanya.

Lebih lanjut Anwar menuturkan, gurunya yang meninggal karena covid-19, hanya dokter Iwan, Wakil Rektor UGM dan dosen farmakologi di KU UGM. Dan, kejadian itu terjadi saat korban covid-19 baru 150, bukan seperti saat ini sudah tembus 1.000 lebih.

Anwar meyakini, semua orang pasti berduka atas dedikasi dan pengabdian dokter Iwan dalam membantu menyelamatkan pasien covid-19 ini. Tetapi, hal itu jangan di dramatisir. Sebaiknya, dr. Tirta lebih fokus membantu masyarakat saja, tak perlu berpolitik.

Apalagi saat ini, ia mengungkapkan, dr. Tirta bekerja di bawah perusahaan milik Sandiaga Uno, yang kita tahu, oposisi pemerintah. Menangani ruang kerja, merupakan underbouwnya OK-OC -nya Sandiaga Uno.

“Jadi, orang akan menganggap, terlepas dari dia berpolitik atau tidak, maka orang akan menuding dr. Tirta sedang berpolitik,” tandas Ketua Umum Militan 34 itu. (RDj.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *