oleh

Orangtua Murid SDN Belimbing III Keluhkan Pungutan Biaya Sampul Rapor Rp65 Ribu

-PENDIDIKAN-24 views

Sebagian orangtua murid SDN Belimbing III, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, merasa keberatan dengan pungutan biaya sampul rapor sebesar Rp65 ribu ditambah Rp20 ribu untuk foto.

Kabupaten Tangerang, MIP

Pungutan biaya sampul rapor di SDN Belimbing III sebesar Rp65.000 ternyata dikeluhkan sebagian orang tua murid. Pasalnya, kata mereka, biaya sampul rapor tersebut sebetulnya sudah ada anggarannya di dana BOS atau bosda.

Ketua L:BH MIP
Rusman Nuryadin (Foto: Dok Mip)

Menanggapi hal tersebut, pengamat sosial pendidikan, Rusman Nuryadin, menjelaskan, keharusan warga negara Indonesia (WNI) mengikuti pendidikan dasar bukan tanpa landasan hukum. Hal itu diamanatkan dalam UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang mewajibkan setiap warga negara berusia 7-15 tahun mengikuti pendidikan dasar.

“Jadi, mengikuti pendidikan dasar bagi WNI berusia 7 sampai 15 tahun adalah perintah negara. Artinya, anak-anak ini sedang menjalankan tugas negara untuk mengikuti pendidikan dasar. Itu dari sisi individu si warga negara,” kata Rusman yang juga Ketua LBH Marwah Independen Publik itu, Sabtu (21/3).

Di sisi lain, katanya melanjutkan, dalam pasal 34 ayat 2 UU tersebut disebutkan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah diperintah oleh negara untuk menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.

“Karena itu, jika ada oknum pengelola sekolah tetap melakukan pungutan biaya sampul raporlah atau biaya untuk fotolah, maka dengan terang-terangan dia atau mereka menentang peraturan perundangan yang sudah diberlakukan oleh negara. Dengan demikian, ia atau mereka menantang negara. Dan, menjadi kewajiban para penegak hukum untuk bertindak. Begitu juga dengan dinas pendidikan atau inspektorat setempat harus segera bertindak tegas. Saya akan meminta kepada instansi dalam hal ini dinas pendidikan juga inspektorat untuk menyikapi masalah pungutan tersebut,” katanya dengan nada tegas.

Orangtua Murid Dipaksa

Kendati demikian, pihak SDN Belimbing III tetap saja memungut biaya Rp65 ribu untuk biaya sampul rapor dan Rp20 ribu untuk biaya foto.

“Saya dan beberapa orangtua murid merasa sangat keberatan, terlebih lagi bagi orangtua murid yang kurang mampu. Jika orangtua murid belum membayar atau tidak membayar, pihak sekolah langsung memotong uang tabungan anak-anak tanpa ada pemberitahuan kepada orangtua murid terlebih dahulu. Sehingga, orangtua murid merasa dipaksakan,” keluh salah satu orangtua murid yang namanya enggan disebutkan.

Orangtua-orangtua murid tersebut merasa bingung harus mengadu kepada siapa. Mereka berharap dinas pendidikan, inspektorat, atau dinas terkait, atau kalau perlu Bupati Tangerang lainnya menindaklanjuti permasalahan ini.

“Paling paling tidak, ada pembinaan terhadap oknum guru yang nakal. Kalau dibiarkan masalah ini akan berkepanjangan,” katanya yang langsung diamini oleh wali murid lainnya.

Sementara itu, Pelaksanan Tugas (Plt.) Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Belimbing IIII, Sukinah, mengaku tidak tahu-menahu perihal pungutan sampul rapor sebesar Rp65 ribu itu.

“Sebelum masuk SDN Belimbing III, sudah ada, tetapi saya tetap bertanggung jawab selaku Plt. Kepsek SDN Belimbing III,” kata Sukinah saat ditemui awak media di ruang kerjanya yang bertempat di SDN Belimbing I.

Ia berharap permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan. (Yasin/Sholeh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *