oleh

Polres Beltim Gencar Sosialisasikan Normal Baru

-DAERAH-25 views
BELITUNG TIMUR, MIP

Berkenaan dengan kebijakan pemerintah yang akan menerapkan Normal Baru (New Normal), Polres Belitung Timur (Beltim) mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Penerapan tatanan baru ini dimaksudkan untuk memulihkan tatanan sosial di tengah-tengah masyarakat dan roda ekonomi. Selain itu, juga untuk menormalkan kembali situasi yang selama kurang lebih tiga bulan terhambat karena pandemi covid-19 yang melanda Indonesia.

Kapolres Beltim, AKBP Jojo Sutarjo, menerangkan, Minggu (31/5), tatanan Normal Baru bukan simbolis, tetapi ada persyaratan yang harus senantiasa diterapkan masyarakat. Hal yang terpenting, katanya menekankan, setiap warga negara secara mandiri harus disiplin dalam penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Kapolres Beltim, AKBP Jojo Sutarjo (kemeja putih), menjelaskan tatanan Normal Baru kepada seorang pedagang (Foto: Helmi)

“Polri, salah satu garda terdepan percepatan penanganan covid-19, tentu harus berperan aktif untuk memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat di masing-masing wilayah bisa menanamkan dalam diri masing-masing bahwa penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari itu sangatlah penting. Hal itu guna mempercepat penanganan dan pemutusan penyebaran rantai covid-19,” ujar Jojo.

Karenanya, ia memerintahkan jajarannya langsung melakukan aksi nyata terjun ke lapangan agar masyarakat mengetahui dan memahami apa itu Normal Baru. Ada beberapa persyaratan atau skema tentang Normal Baru ini bagi wilayah yang bisa dijalankan, terutama bagi pedagang atau pengusaha. Sebelum pandemi covid-19, pedagang bisa menampung konsumen sebanyak-banyaknya, kali ini tidak seperti itu, jumlah pengunjung di tempat usahanya harus dibatasi.

“Tempat-tempat umum yang biasa digunakan masyarakat untuk berkumpul, wajib mendapatkan perhatian dan perlakuan ketat tentang protokol kesehatan. Mulai dari pasar rakyat, supermarket, mal, kafe, restoran, hingga rest area harus mendapat perhatian sesuai wilayah masing-masing. Jangan sampai kecolongan di wilayah Kabupaten Beltim. Kita wajib memberikan edukasi dan imbau agar hal-hal tersebut bisa dipahami dan diterapkan oleh masyarakat,” katanya.

Satpam juga diingatkan untuk mengimbau pengunjung untuk sering mencuci tangan dan protokol kesehatan lainnya (Foto: Helmi)
Penyemprotan Disinfektan

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Beltim, Iptu Hamdan, mengatakan, penyemprotan disinfektan secara berkala menjadi langkah utama untuk mensterilkan fasilitas umum. Dia menekankan, penyemprotan disinfektan jangan dianggap remeh dan wajib dilaksanakan oleh pengusaha atau pelaku ekonomi. Jangan sampai tempat yang disediakan oleh pelaku usaha justru menjadi transmisi penyebaran covid-19.

“Tim Ops Aman Nusa II ,yang dibagi di beberapa titik di Kecamatan Manggar, telah melakukan imbauan dan edukasi. Hal itu seperti dilakukan di pasar tradisinal Lipat Kajang, pertokoan, warung kopi, pusat perbelanjaan Puncak dan Asoka, rumah makan Lamongan, dan resto yang ada,” kata Hamndan.

Namun, katanya mengingatkan lagi, hal itu juga harus dikuatkan dengan sebaran surat dari instansi terkait. Harus dijelaskan apa saja yang menjadi standar suatu usaha bisa dijalankan sesuai protokol kesehatan, tidak hanya cukup imbauan dari kepolisian. (Helmi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *