oleh

Produk UMKM Warga Perawang Diminati Mancanegara

-DAERAH-39 views
SIAK, MEDIA INFO PUBLIK

Produk UMKM Perawang, Tualang, Siak, merambah mancanegara. Dengan merekrut kaum ibu di KPR 1 Perawang, Kecamatan Tualang, produk usaha rajutan Ei’s Simple Art milik Lely Dwi Indriyani diminati Arab Saudi, Australia, Malaysia, dan beberapa negara luar. Salah satu hasilnya adalah masker rajutan.

“Alhamdulilah, selama pandemi ini saya justru punya waktu lebih banyak di rumah. Dan, menurut saya, merajut itu paling nyaman ya di rumah. Untuk penjualan juga nggak berpengaruh, bahkan selama pandemi kami selalu kebanjiran pesanan masker rajut dan konektor masker rajut,” ungkap Lely, Senin (11/1).

Ia menuturkan, selama pandemi belum bisa banyak mengeksplorasi rajutannya. Rencana membuat workshop kecil-kecilan pun belum bisa terlaksana. Tetapi, dia tidak kehabisan akal, Lely pun menjual produknya lewat Instagram dan Facebook. Alhasil, karya tangannya diiminati dari Arab Saudi, Australia, Malaysia, dan lain-lain.

BACA JUGA: Ketua Dekranasda Siak Santuni Warga Perawang Barat

Hebatnya lagi usahanya itu hanya melibatkan ibu-ibu di sekitar rumahnya. Kaum ibu itu dilibatkan dalam membuat karya rajutan berupa tas, dompet, taplak meja, tempat tisu, sampul buku, dan sampul Alquran. Sepatu, fashion bayi, selimut, sarung bantal, baju, sepatu bayi, boneka kecil dan besar juga dirambahnya.

Lely merasa senang bisa mengisi waktu luangnya dengan bersilaturahmmi. Ia juga bahagia bisa memberi pengaruh positif bagi rekan-rekan dan tetanggnya. Bukan itu saja, dia dapat mengajak para tetangganya dengan kegiatan yang bermanfaat sekaligus bisa menghasilkan uang. Meskipun diakuinya agak kesulitan untuk meyakinkan para ibu bahwa merajut termasuk salah satu cara untuk menghilangkan suntuk.

BACA JUGA:Kemenparekraf Siap Dukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021

Ia mengaku untuk omzet selalu berubah setiap bulannya, namun demikian ada saja yang pesan. Baginya bisa membantu ibu-ibu para tetangga untuk menghasilkan rupiah merupakan kebahagian tersendiri.

“Alhamdulillah sejauh ini pesanan selalu ada, tapi yang penting buat saya, bisa membantu teman-teman untuk menghasilkan uang. Jadi kalau ada orderan, kami kerjakan bersama-sama,” ucap perempuan 42 tahun ini.

Mimpinya suatu saat bisa mengembangkan usaha dan memiliki galeri untuk memajang produk-produk Ei’S Simple Art serta memiliki komunitas yang produktif dan semakin banyak kaum hawa yang ikut bergabung di komunitasnya.

Bagi siapa saja yang ingin belajar merajut, bisa langsung datang ke rumah Lely, tanpa dipungut biaya, cukup membawa alat-alat dan bahan untuk merajut. Peluang menghasilkan produk UMKM terbuka lebar untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat. (Ujang K.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *