oleh

Resahkan Para Kades, Oknum LSM Dilaporkan ke Polisi

-DAERAH-24 views
KABUPATEN MADINA, MIP

Akibat meresahkan kepala desa (kades) se-Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, oknum anggota LSM LPPAS RI berurusan dengan polisi. S (inisial si oknum tersebut), pernah jadi calon kades tetapi kalah di salah satu pilkades, merasa hebat dengan menjadi anggota LSM.

Sebelum Lebaran lalu, ia meminta bantuan kepada Kades Aek Badak untuk membeli kamera merek Canon. Kades menyanggupi akan membantunya, tetapi setelah hari raya Idul Fitri 1441 H. Usai Lebaran, ia menepati janjinya dengan memberi bantuan kepada S. Namun, sang oknum tidak terima dan memulangkan bantuan tersebut di Kantor Camat Sayurmatinggi, bukan ke kantor Desa Aek Badak.

Ketika ada acara sejumlah kades di Kantor Camat Sayurmatinggi, Kades Aek Badak melihat S sedang di kantin kantor camat. Sang kades pun menanyakan langsung kepada S mengapa ia tidak mengembalikan bantuannya langsung ke kantor desa, malah di kantor kecamatan.

“Apa maksudmumengembalikan bantuanku di kantor kecamatan, bukan ke kantor Desa Aek Badak? Kalau kau tidak senang dengan bantuan uang membeli kamera Canon itu, ya jangan dikembalikan ke kantor camat ini,” tanya kades.

Kades Aek Badak juga mempertanyakan tindakan S yang dikeluhkan kades lain, yakni menebar ujaran kebencian kepada mereka.

“Apa pula maksud kau membuat kata-kata kotor dan ujaran kebencian kepada kades lain di Kecamatan Sayurmatinggi ini?” tanya kades.

Adu mulut pun terjadi antara Kades Aek Badak dan S. Tetapi, hanya cekcok yang tidak menyebabkan luka fisik. Oknum LSM itu pun membuat keributan di kantin disaksikan kades-kades yang menjadi korban ujaran kebencian S di Facebook. Mereka antara lain Kades Huta Pardomuan (Jupri Sianipar), Kades Somanggal (Jepri Simangunsong), dan Kades Hutapadang (Sipange Sijunjam), Kecamatan  Batang Angkola.

Akibat dari perselisihan tersebut, S berurusan dengan pihak berwajib. Ia dilaporkan ke polisi oleh Kades Badak dan kades lainnya.

“Kami sudah melaporkan ke polisi dengan delik tindak pidana melanggar UU ITE dan ujaran kebencian,” tegas Kades Aek Badak pada sejumlah wartawan di Aek Badak, Rabu (17/6).

Informasi yang berkembang, S juga melaporkan Kades Aek Badak dan kades lainnya ke kepolisian dengan kasus penganiayaan. Sementara itu, kasus yang membelit oknum LSM itu di Kepolisian pun masih berjalan  proses hukumnya. (UNH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *