oleh

Rombongan DPRD Pangandaran Kunjungi Ternak Lebah Madu di Beltim

-EKONOMI-3 views
BELITUNG TIMUR, MIP

Usaha budi daya lebah madu trigona yang dikembangkan dari alam Belitung Timur (Beltim) semakin menggeliat menjadi perhatian banyak pihak. Salah satu perhatiannya datang dari DPRD Pangandaran. Anggota dewan dari salah satu kabupaten di Jawa Barat tersebut melakukan kunjungan kerja ke lokasi budi daya lebah madu trigona di Manggarawan, Rabu (26/2).

“Kami lihat Belitung ini selain punya potensi wisata juga ada agrowisata lebah yang potensial. Kami  banyak lebah tapi belum dibudidayakan dengan benar. Makanya, kami sebagai wakil rakyat ingin lihat langsung ke Beltim, jadi bukan hanya di media tapi di lapangannya luar biasa,” ujar Asep Noordin, selaku Ketua DPRD Pangandaran di sela-sela peninjauannya.

Ia melihat kawasan budi daya ternak lebah madu di Beltim bisa menjadi peluang wisata untuk dikembangkan menjadi lebih menarik. Usaha yang dirintis Hendry ini sudah menghasilkan ratusan liter madu tiap bulannya.

“Ternyata ternak lebah madu ini bisa berkembang menjadi destinasi wisata. Bila perlu nanti ada beberapa yang akan berlatih ke sini karena potensi pasarnya sangat bagus. Ini yang kita pikirkan agar Pangandaran bisa ada seperti ini,” ungkap Asep.

Dalam kunjungannya rombongan tidak hanya melihat dan belajar cara beternak, mereka juga tidak segan-segan langsung menghirup madu melalui sedotan dari sarang lebahnya yang dinilai memiliki khasiat kesehatan.

“Enak, vitamin C-nya tinggi sekali dan untuk daya tahan tubuh,” kata salah satu anggota DPRD Pangandaran.

Usaha budi daya lebah madu yang dilakukan sekitar 3 tahun ini diungkapkan pemilik Hendry karena perawatan lebah madu cukup mudah dan tidak bersengat. Sumber pakan berasal dari alam yang dihasilkan dari tanaman.

“Tanaman pakan lebah madu banyak tumbuh di alam dan ada juga yang ditanam. Salah satu pakan kesukaannya, yakni nektar, sebuah cairan yang berasal dari kelopak bunga yang membuat lebah mampu menghasilkan madu,” ujar Hendry.

Ia mengembangkan budi daya lebah trigona di bawah naungan usaha Billitone BEE Farm. Bersama-sama keluarganya, ia memiliki ribuan boks yang tersebar di lahan seluas 8 hektare. Sekali panen bisa menghasilan minimal 300 liter madu tiap bulannya.

Agar lebah madu tetap bertahan memproduksi madu, selain memperhatikan pakan, mereka juga selalu mengawasi setiap titik sarang madu.

“Sebagai pertahanan koloni, boks-boks pintu kayu yang tersebar tersebut  masing-masing dipasang sekrup atau baut sebagai pertahanan utama dari predator, seperti semut, burung, kecoa, cicak, hingga monyet,” ungkap Hendry. (Helmi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *