oleh

Sambutan Ketua OKK AWDI pada Puncak Peringatan HUT Ke-14 MIP

-NASIONAL, OPINI-125 views

Derasnya arus informasi pada era reformasi ini sejalan dengan perkembangan era digital sebagai pendukung media online saat ini. Media tumbuh pesat hingga ribuan yang tercatat, namun hanya ratusan yang memenuhi syarat dan ketentuan. Dari sekian banyak itu tak sedikit juga yang runtuh karena SDM manajerialnya dalam menjalankan aktivitas produk beritanya kurang memiliki visi profesional di bidang pers.

Memasuki era milineal 4.0 pers dituntut memiliki daya saing di bidang news online dalam merebut pangsa pasar dan meng-upadaate news, dengan harapan sebagai ikon berita bagi pembaca guna merebut followers dan subcriber-nya yang kritis dan selektif.

Dalam hal ini bagi pelaku usaha sudah tentu dibutuhkan kejelian dalam mengikat perhatian, sehingga dilirik dan menarik minat pembaca untuk mengunduh apa yang disajikan. Pelaku usaha dituntut juga mengetahui dan memahami bagaimana membuat berita yang berbobot, sehingga pembaca meyakini bahwa berita yang disajikan memiliki akurasi, dipercaya (trust), dan kontinuitas yang menjadikan terciptanya sebuah kebutuhan rasa ingin tahu.

Membangun kepercayaan publik merupakan otoritas penting pada keberadaan berita, sehingga pembaca merasa terwakili dalam teredukasi akan kesimpang-siuran berita faktual yang viral beredar. Komitmen serta profesionalisme wartawan mutlak untuk dapat diadopsi oleh para pemegang stakeholder sebagai bagian vital yang terintergrasi pada perusahan media news online-nya.

Berbekal rambu hukum, kita ketahui bahwa pers memiliki UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, namun pada pelaksanaanya tidak sedikit yang terjebak oleh UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Karena itu, UU ITE perlu dicermati agar tidak tersandung, baik pemberitaan maupun iklannya. Sesuatu dimulai satu klik di jari sangat menentukan awal terdistribusinya. Rendah dan minimnya rasa memiliki (sence of belonging) akibat vulgar yang wah dan mengesampingkan sisi human interest sebelum mengunggah, baik dalam isi berita dan judul berita. Sebuah literasi bahasa dan kosa kata mewarnai baik buruknya brand media.

Fungsi Kontrol Sosial

Tidak semua berita dapat dijadikan berita untuk dikomsumsi. Hanya berita yang aktual dan faktual yang dapat dikonsumsi masyarakat. Karena itu, juga dibutuhkan strategi keberpihakan pada norma-norma moral dan etika. Berita bukan segalanya dan segalanya untuk dapat menjadi berita.

Pers mempunyai fungsi sebagai kontrol sosial. Pilar keempat ini menjembatani pemerintah dan masyarakat. Namun, pers bukanlah corong. Perlu sikap kritis dan independen dalam menganalisis bahan berita untuk disajikan sebagai berita. Dalam membangun sinergi dengan mitra kerja, pemerintah dalam hal ini, butuh taktis dan kritis, sehingga tidak terjebak pada sistem hanya sebagai alat penyampai semata. Pers tetap perlu mengkritik kebijakan yang disampaikan secara dinamis dengan membuka komunikasi ideal, memberi masukan informasi yang beredar hingga terciptanya hubungan saling membutuhkan.

Media butuh kelangsungan hidup dalam memublikasikan, namun juga butuh promosi hasil produk lainnya. Media harus mampu menarik para pebinis berinvestasi atas dasar kepercayaan. Kepiawaian rencana pengembangan bisnis perusahaan merupakan tonggak dalam kelangsungan perjalanan mati hidup perusahaan. Tentunya juga, wartawan dapat dijadikan aset ke depan dalam perencanaan membangun dan pengembangannya.

Dengan keterbukaan, kredibilitas, akuntabilitas, dan komitmen maju bersama guna pencapaian, sebuah media dapat memiliki brand colour dengan segmen yang spesifik, aktual, dan populer. Dengan demikian, media ini menuju terbentuknya aplikasi yang disegani dan mapan di bidangnya serta berkelanjutan, tidak pupus berkompetisi saat gencarnya persaingan.

Kita boleh bangga kepada Media Info Publik. Di usianya saat ini, media ini tangguh, dapat bertahan mengarungi pasang surut khasanah keterlibatannya sebagai suatu perusahaan yang bergerak di bidang media news. Kiranya Media Info Publik diharapkan lebih maju dan lebih baik lagi, serta totalitas lebih.

Sekian. Terima kasih.

Bogor, 11 Desember 2020
Salam pers,
Leonard B.S.
Ketua Bidang OKK Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (DPP AWDI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *