oleh

Zulfi Mursal: Soal Usulan Penutupan Sementara PT IKPP pun Terus Jadi Gorengan Politik

-DAERAH, POLITIK-61 views
SIAK, MIP

Iklim pilkada semakin kental terasa di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di 9 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Berbagai isu, bahasan, dan jargon mulai menggema dan melanda masyarakat.

“Termasuk persoalan covid-19 pun dipakai untuk bahan bagi tim pasangan balon kepala daerah. Apalagi, jika petahana ikut kembali mencalonkan di pilkada periode berikutnya,” ujar politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Zulfi Mursal, di Tualang, Rabu (12/8).

Dikatakan Zulfi yang juga anggota DPRD Riau, semestinya covid-19 itu menjadi persoalan dan tanggung jawab seluruh masyarakat, bukan semata tanggung jawab pemerintah.

“Masyarakat jangan terhasut dengan info penanggulangan covid-19 yang digoreng dan dimasak sedemikian rupa untuk menjatuhkan dan mendiskreditkan pasangan bacalon (bakal calon, red.) tertentu,” imbaunya seraya menyebut bahwa bacalon PAN di Siak tidak akan terlalu terganggu dengan “gorengan” tersebut.

Pemerintah, mulai dari pusat hingga daerah, sudah banyak membuat kebijakan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19. Kebijakan-kebijakan itu mulai dari kebijakan anggaran, undang-undang /aturan, sampai sanksi yang diberikan kepada masyarakat jika tidak mengikuti imbauan dan aturan pemerintah tersebut.

Ditambahkannya, sebagai bukti “gorengan covid-19” masuk ke ranah politik adalah komentar saya beberapa waktu lalu tentang imbauan menutup sementara PT IKPP di Perawang, Kabupaten Siak.

“Padahal, sesungguhnya, apa yang disampaikan itu masih bersifat prematur dan masih memerlukan penjelasan yang detail. Maksudnya, saya mengimbau agar penutupan sementara PT IKPP bukan serta-merta dan total-global, tapi bertahap untuk beberapa hari dengan menerapkan sistem per bangunan atau sektor, termasuk karyawannya. Kita maklum bahwa di PT IKPP ada beberapa sektor dengan bangunan kantor dan pabrik serta karyawan yang berbeda-beda, ada pabrik pulp, pabrik tisu, elektrikal, dll,” terangnya.

Ditambahkannya, upaya penutupan dan dihentikan per sektor dan karyawannya itu dimaksudkan supaya dilakukan penyemprotan disinfektan untuk bangunan dan peralatannya, sambil dilakukan juga rapid test atau swab test bagi karyawannya, dan diatur sedemikian rupa secara bertahap. Bukan menutup keseluruhannya dan memberhentikan karyawan.

“Inilah terkadang masyarakat kita berpikir singkat demi ingin menjatuhkan pihak tertentu dan menyebarkan issue yang tak sehat ditengah-tengah masyarakat. Meskipun terkadang mereka adalah pihak-pihak yang tergolong orang berpendidikan,” cetusnya.

Covid-19 Dikaitkan Pilkada

Menurut legislator asal Siak ini, covid-19 ini masalah kita semua yang mesti juga kita selesaikan bersama-sama. Ini menyangkut persoalan hidup seluruh rakyat di mana pun berada. Covid-19 jangan dikaitkan ke persoalan pilkada yang akan digelar Desember 2020 ini, bahkan sampai dikaitkan pula dengan kepemimpinan daerah dan nasional.

“Belum ada pemimpin dunia yang secara signifikan mampu mencegah penyebaran covid-19 ini. Hanya Allah-lah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu,” sebutnya.

Terakhir, ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersatu menjaga diri, keluarga, dan masyarakat agar terhindar dari covid-19 seraya semakin mendekatkan diri kepada Allah swt., Tuhan Yang Mahakuasa.

“Sama-sama kita berdoa agar terhindar dari malapetaka yang dahsyat ini. Jangan sampai kita malah menambah dosa karena covid-19,” ajaknya. (Ujang K.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *